• Jelajahi

    Copyright © Berita Mahulu - Jaringan Koran Elektronik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    Lambang Dan Logo Mahulu Berubah, Banyak Yang Tidak Setuju

    Mikael Milang
    Kamis, 05 Desember 2019, 10.40.00 WIB Last Updated 2019-12-05T02:40:48Z
    Logo & Lambang Kabupaten Mahakam Ulu Berubah

    Beritamahulu.com, Ujoh Bilang - Mahakam Ulu merupakan Daerah Otonomi Baru (DOB) pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat pada tanggal 14 Desember 2012 silam. Semenjak itu, Kabupaten Mahakam Ulu resmi memiliki lambang atau logo yang sah diakui oleh negara. Namun ironisnya, logo yang dahulu yang memiliki makna begitu dalam dan Maskot yang mewakili seluruh etnis Dayak di Kabupaten Mahakam Ulu telah dirubah.

    Logo lama terdapat maskot "Burung Enggang" dan slogan "Berbudaya", sementara logo yang baru berubah maskotnya "Topeng Hudoq" dan slogan "Urip Keriman".

    Sementara maskot burung Enggang merupakan maskot yang umum untuk Bangsa Dayak di Pulau Kalimantan, tak sama dengan Hudoq yang hanya mewakili beberapa sub suku dayak seperti Dayak Bahau dan Dayak Kayan.

    Ketua KNPI Mahakam Ulu, Martinus Miing mengatakan bahwa maskot Hudoq pada logo yang baru ini tidak mewakili beberapa sub suku yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu.

    "Logo yang sekarang tidak mewakili sub suku yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu, kalau bicara logo kita bicara filosofis yang bisa mewakili seluruh etnis Dayak yang ada di Mahakam Ulu", terangnya kepada Berita Mahulu di Long Bagun, Kamis, 28/11/2019 malam.

    Selain itu, Sekretaris Dewan Adat Dayak Wilayah Mahakam Ulu (DADWMU), Luhat Juk mengatakan bahwa maskot tidaklah menjadi permasalahan.

    "Kalau untuk maskot pernah kami diundang, untuk maskot sendiri tidak jadi masalah karena maskot ini juga bisa lebih dari satu. Kalau masalah lambang ini sepertinya belum mengakomodir semua suku Dayak yang ada di Mahulu ini", beber Luhat, Kamis, 05/12/2019.

    "Yang adakan identik dengan suku Bahau semua itu, bahasanya pakai bahasa bahau (Urip Keriman.red). Ya hudoq identik dengan Bahau, kalau Lamin bisa mewakili atau tidak karena terkait dengan motifnya tadi", terangnya.

    Tapi pada prinsipnya, lanjut Luhat, kalau masalah lambang atau logo itukan tidak mesti sama seperti fisiknya hanya diwakili oleh gambar-gambar saja, yang penting filosofinya masuk.

    "Harapan kita sih ditinjau ulang karena terlalu mendominasi salah satu suku", tutupnya.

    Sementara itu, Didalam Grup Whatsapp Mahakam Ulu Berkarya, Kamis, 05/12/2019, terdapat banyak pro dan kontra terkait lambang/logo Mahulu ini, salah satu anggota grup yang sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Dayak Aoheng Soputan Bukot, Kabupaten Mahakam Ulu, Agustinus Lejiu melontarkan kritikan pedas dan ketidak setujuannya terkait perubahan ini.

    "Sebaiknya kata yg ada pada logo adalah akronim dari susunan kata yang mengandung makna misi, tujuan, visi Mahulu. (Bukan sekedar visi pemimpinnya). Atas dasar itu BERBUDAYA saya pikir tepat", ujar Agustinus Lejiu

    Untuk beraneka gambar dan ornamen,lanjutnya, Saya tidak setuju hudoq apalagi posisinya di Atas Lamin yang mengandaikan rumah tinggal bersama orang mahulu. Sederhana saja tujukan hati pikiran iktiar pengabdian kita kepada Tuhan saja. Ada kesan bahwa hudoq memayungi, melindungi. Bahasa Aohengnya seolah Hudoq na ngipung, nyahung, mo nyingom kehidupan Mahulu.

    "Kata Urip Ngeriman itu Tujuan perjalan Hidup Manusia berziarah di Bumi ini. Dalam kenyataan bahwa hidup Abadi (yang dilambangkan dengan suasana Firdaus Ngeriman itu makmur, damai, kekal,) tidak ada di dunia ini. Jadi mohon maaf jangan sesat sesat pikirlah. Buatlah yang terjangkau, teraba, tersentuh, jangan yang utopis dan mengangan saja", tambahnya

    "Suku kita banyak. Bagi orang Aoheng bolehlah bertoleransi dan menganggap ngerimaan itu dialek aoheng juga, walaupun sesungguhnya bukan, tapi bicara substansi makna dan harapan pada kata ngeriman itu hanya sejauh doa bukan usaha yang dapat diuraikan dalam renja, renstra dan visi daerah", 

    "Saya Tidak Setuju Logo Baru!", tegas Agustinus.
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Kubar

    Pemerintah

    +