Punya Penggilingan Tahu, Kampung Wanapariq Siap Cari Konsumen

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Punya Penggilingan Tahu, Kampung Wanapariq Siap Cari Konsumen

Mikael Milang
Senin, 18 Februari 2019
Petinggi Kampung Matalibaq, Suprayitno/Foto istimewa www.beritamahulu.com


Beritamahulu.com, Wanapariq - Kampung Wanapariq, merupakan kampung yang berada di hulu sungai pariq. Kampung yang akrab disebut SP 2 ini rupanya bukanlah kampung yang terisolir seperti yang dipikirkan oleh segelintir orang. Walaupun dengan keterbatasan seperti akses jalan yang belum ada, namun Kampung Wanapariq berusaha untuk menjadi kampung yang mandiri dalam segala hal, buktinya dari segi pembangunan kampung ini cukup siknifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Tampak jalan yang sudah di semen dan juga lapangan bulu tangkis/Foto istimewa www.beritamahulu.com

Melalui Sumber dana dari APBK tahun 2018, Pemerintah kampung Wanapariq membangun tempat penggilingan tahu untuk menambah pemasukan bagi kampung yang berjumlah 30 Kepala Keluarga (KK) tersebut.

Petinggi Kampung Wanapariq, Suprayitno mengatakan bahwa motivasinya membangun penggilingan tahu ini yaitu, pertama adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan yang kedua untuk kemandirian usaha masyarakat.

Gedung penggilingan tahu wanapariq/Foto istimewa www.beritamahulu.com

Dana yang digelontorkan untuk membangun penggilingan tahu ini sebesar  Rp. 100 jutaan, jelas Suprayitno.

Menanggapi soal mengundang Bupati, Suprayitno mengungkapkan bahwa ia sangat ingin mengundang bupati, namun ia masih ragu apakah Bupati berkenan atau sudi berkunjung ke Kampung kecil yang ia pimpin saat ini.

“Ya itu semua pasti ada, namun untuk saat sekarang, yaitu kemauannya ada namun kapan masih belum tau apakah Pak Bupati sudi mengunjungi kampung kami,  ungkapnya.

Iapun menambahkan soal pengelolaan penggilingan tahu ini dikelola oleh BUMK dan juga warga Kampung Wanapariq.

“Untuk sementara ini yang kelola (Penggilingan tahu. Red)  yaitu BUMK sama warga,” tambahnya.
Pria kelahiran Jawa Tengah ini, menjelaskan bahwa Penggilingan tahu ini dibangun tahun 2018, lama membangun selama satu bulan, sudah termasuk dengan penyedian peralatan dan juga mesin penggilingannya.

Selain itu pula, Ketua BUMK Wanapariq, Intoko, menuturkan bahwa untuk sementara Produksi tahu hanya untuk kebutuhan dilingkup kampung, namun demikian ia juga mengungkapkan bahwa akan mencari konsumen-konsumen dari Kampung tetangga hingga ke Kabupaten sehingga Produksi tahu ini tidak merugi.

Ketua BUMK, Intoko/Foto istimewa www.beritamahulu.com

“Bahan bakunya untuk saat ini masih membeli, artinya untuk tahap awal modal itu sudah ada dua pikul, dibeli di Long Iram”, Imbuhnya.

“Dan untuk berikutnya kami juga berupaya dari masyarakat, kami dari pemberdayaan kampung nantinya ada tanam kedelai sendiri. Sehingga pihak BUMK nantinya menjual dan nanti jadi tahu dan masyarakat juga membeli dan nantinya juga akan dipasarkan ke luar kampung,” imbuhnya.

Sementara saat ini Pemerintah Kampung Wanapariq bersama dengan BUMK akan mengelola lahan seluas kurang lebih 5 hektar untuk ditanam kacang kedelai agar menekan biaya produksi yang sangat mahal jika harus membeli bahan baku dari luar.

Mesin Penggilingan Padi Wanapariq/Foto istimewa www.beritamahulu.com

Intoko juga menjelaskan bahwa saat ini ia sedang berupaya memproduksi dan berusaha mencari jaringan pemasaran, sehingga tidak harus menunggu. Karena menurutnya tahu hasil produksi hanya bisa bertahan selama satu hari dan satu malam saja.

Jika konsumen nanti tidak ada, maka tahu yang sudah diproduksi akan digoreng sendiri atau dimasak, jelasnya.

Ia berharap kedepannya perekenomian Kampung Wanapariq bisa meningkat melalui program ini, terutama jaringan pemasarannya tambah banyak melalui adanya BUMK dan juga bisa menjadi kampung yang mandiri dari segi ekonomi, tutupnya.(BM)

loading...