• Jelajahi

    Copyright © Berita Mahulu - Jaringan Koran Elektronik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    555 Ribul Url Bagikan Provokasi Soal Papua, Pemerintah Klaim Berasal Dari 20 Negara

    Mikael Milang
    Kamis, 05 September 2019, 01.29.00 WIB Last Updated 2020-07-11T09:23:06Z

    Gambar ilustrasi dari google

    Koranelektronik.com, Jakarta - Pemerintah mengklaim hoaks soal Papua berasal dari 20 negara. Hal ini dikatakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara belum lama ini.

    "Kami mencatat dua puluh negara lebih yang mention-nya berasal dari negara tersebut. Tetapi belum tentu warga negara tersebut yang (mengunggah). Asalnya dari negara tersebut," kata Rudiantara di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Selasa (3/9/2019) malam.

    Pria yang karib disapa Chief RA ini tidak menjelaskan spesifik alamat IP penyebar hoaks terkait Papua berasal dari negara mana saja. Namun, salah satu yang disebutkannya, alamat IP penyebar hoaks itu berasal dari Eropa.

    "Kebanyakan dari dalam negeri mention-nya, tetapi juga ada dari luar negeri, salah satu negara Eropa," tutur Rudiantara.

    Rudiantara juga mengatakan, hingga 2 September 2019, Kemkominfo telah mendeteksi setidaknya ada 555 ribu URL yang digunakan untuk menyebarkan hoaks. 
    Dari jumlah tersebut, hoaks paling banyak tersebar lewat jejaring sosial mikroblog Twitter.

    "Kalau kita bicara angka, sampai kemarin sudah ada 555 ribu URL, itu kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoaks, paling banyak Twitter. Itu aja dan dari 550 ribu original account yang posting, yang mention itu ada 100 ribu lebih," ujar Rudiantara.

    Dia juga menuturkan, dari jumlah hoaks di atas, banyak di antaranya bernada provokasi dan mengadu domba.

    Per 30 Agustus 2019, kata dia, angka hoaks provokasi mencapai 75 ribu konten. "Yang paling banyak Twitter, asalnya seluruhnya, seluruh dunia," tutur dia.
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Kubar