Miris, “Rumah Layak Huni” Datah Bilang Tak Kunjung Selesai, 15 Warga Merasa Kecewa

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Miris, “Rumah Layak Huni” Datah Bilang Tak Kunjung Selesai, 15 Warga Merasa Kecewa

Mikael Milang
Rabu, 29 Mei 2019
"Rumah Layak Huni, Datah Bilang Ilir, menenuai kekecewaan warga, lantaran bangunan tidak sesuai dengan harapan. Dana yang diberikan untuk membeli bahan bangunan tidak mencapai 20juta rupiah, sementara jumlah dana yang masuk 43 juta rupiah.

Beritamahulu.com, Datah Bilang - Warga kurang mampu Kampung Datah Bilang merasa kecewa, karena program “Rumah Layak Huni” yang dijatahkan tidak sesuai dengan harapan.

Saat ditinjau langsung oleh Berita Mahulu, terlihat rumah yang dibangun tidak layak untuk dihuni, lantaran belum selesai.

Salah seorang warga yang menerima bantuan ini, Kuteng (43), warga Datah Bilang Ilir, RT 02 merasa sangat kecewa. Menurut penuturannya, bahwa banyak bahan bangunan miliknya yang digunakan untuk membangun “proyek” ini diawal, lantaran ada janji dari pengelola akan membayar ganti uang untuk bahan bangunan yang digunakan, tapi hingga saat ini pembayaran ganti bahan bangunan tersebut tidak kunjung dibayar juga.

"Rumah Layak Huni", Kuteng (43) Warga Datah Bilang Ilir, RT 02. Bangunan ini banyak menggunakan bahan bangunan sendiri. 

“Saya merasa kecewa sekali, janjinya akan dibayar setelah dipasang, ternyata sampai saat ini tidak dibayar juga”, jelas Kuteng, Minggu (26/05/2019).

“Yang dibantu hanya seng 50 lembar, papan Meranti 3 kubik, kasau reng 1/2 (setengah) kubik dan balok ulin 10x10cm panjang 4 meter, sebanyak 8 potong. Selebihnya itu milik saya semua”, lanjutnya.

Dalam program “Rumah Layak Huni” tahun anggaran 2018 ini, terdapat 15 warga Datah Bilang yang mendapatkan bantuan, yakni 5 unit di Datah Bilang Ilir, 5 Unit di Datah Bilang Ulu dan 5 unit di Datah Bilang Baru.

Bantuan "Rumah Layak Huni" untuk warga Datah Bilang Ulu, RT 04, Jhon Kihin (40). rumah belum selesai, sementara dana yang diserahkan hanya berkisar 10juta beserta seng 100 lembar. Ironisnya, dana yans sebesar 43 juta rupiah telah habis oleh pengelola.

Selain itu, warga Datah Bilang Ulu RT 4, Jhon Kihin (40) juga mengaku kecewa karena dana yang ia butuhkan untuk mengolah bahan bangunan tidak cukup.

“Pertama saya minta uang untuk pergi buat bahan bangunan sebesar 5 juta, yang kedua 5 juta dan seng 100 lembar”, beber Jhon kepada Berita Mahulu, Selasa (28/05/2019).

Menurut perhitungan bantuan yang dikalkulasi bersama, total bantuan yang diterima Jhon senilai 17 jutaan rupiah dengan perthitungan, 5 juta rupiah pengeluaran pertama, 5 juta rupiah pengeluaran kedua dan seng sebanyak 100 lembar, jika dihitung 75 ribu rupiah perlembar, maka jumlah yang dikeluarkan untuk beli seng sebesar 7,5juta rupiah.

Warga Datah Bilang Ilir RT 06, Bilung Lahang, juga mengaku bahwa bantuan yang diberikan jika dikalkulasikan hanya berkisar 14jutaan rupiah saja.

Sementara dana bantuan yang masuk sebesar 43 juta rupiah, jika dibandingkan dengan jumlah bantuan yang telah diserahkan berupa bahan bangunan tidak sampai 20juta.

Dana bantuan ini awalnya sebesar 50 juta rupiah. Setelah dipotong pajak, berkisar 43,263,000 rupiah yang ditransfer kedalam rekening bank warga yang menerima bantuan pada Jumat (26/10/2018) tahun lalu.

Usai dana tersebut masuk, Pengelola “Rumah Layak Huni” ini M beserta dengan rekannya, J dan A mendatangi warga untuk meminta menandatangani Surat Kuasa Penarikan Dana dibank. Penarikan pertama sebesar 20 juta pada hari Kamis, (01/10). lantas,  penarikan kedua pada hari senin, (03/12/2018), sebesar 23 juta
Alih-alih dapat dana bantuan secara penuh, malah para penerima bantuan "Rumah Layak Huni" ini malah banyak mengeluarkan dana pribadi mereka untuk mendanai Pembangunan "Rumah Layak Huni" ini.
Yang menjadi permasalahan bukan karena rumah tidak selesai, tapi lebih kepada "merasa dibohongi" lantaran dana yang diberikan untuk membantu dalam membangun proyek ini tidak sesuai dengan jumlah bantuan yang diterima dari Pemerintah Mahulu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada audit dari BPK dan BPKP terkait proyek ini. (BM/MM)

(Investigasi “Rumah Layak Huni” ini masih tetap bergulir)



loading...