Pembagian Kartu SOA Pada Malam Sebelum Pencoblosan, Syarat Dengan Unsur Politis

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Pembagian Kartu SOA Pada Malam Sebelum Pencoblosan, Syarat Dengan Unsur Politis

Mikael Milang
Selasa, 23 April 2019
Ilustrasi Politik

Beritamahulu.com, Ujoh Bilang - Pemilu Serentak 2019 yang diselenggarakan diseluruh Indonesia, Rabu (17/04/2019) menuai banyak kekecewaan bagi para Caleg yang tidak terpilih, khususnya bagi para caleg yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu. Pasalnya, pemilihan calon legislatif dalam Pemilu ini dianggap tidak adil lantaran diduga adanya Politik Uang (Money Politic) oleh beberapa calon legislatif.

Seperti yang dikatakan oleh Leonardus Hipo Liah, Caleg dari Partai Hanura dengan Nomor urut 01, Daerah Pemilihan (Dapil) 02 bahwa ada beberapa caleg dari partai tertentu yang menurutnya “Membeli suara”, sehingga mereka menang telak di Laham.

“Tidak apa-apa kita kalah, kita kalah secara terhormat. Kita tidak membeli suara seperti yang mereka lakukan”, beber Hipo melalui saluran telpon, Kamis (18/04/2019).

Malam sebelum pencoblosan yakni tanggal 16 Malam, Lanjut Hipo secara terpisah kepada Beritamahulu.com, ada pembagian kartu Speedboat Subsidi Gratis atau Kartu SOA oleh Salah seorang dari Partai Gerindra membagikan Kartu SOA seraya memberikan isyarat untuk memenangkan Partai Gerindra.

Ia menyanyangkan tindakan Pemerintah Daerah yakni Bupati yang menurutnya berperan dalam hal ini.

“Pembagian kartu SOA ini secara massal dan pastinya ada pesan-pesan yang disampaikan untuk memenangkan Partai Gerindra, karena mereka yang membagikan Kartu SOA adalah orang-orang Gerindra”, Ungkapnya.

Hipo menambahkan, Pembagian Kartu SOA ini syarat dengan unsur Politik.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mahakam Ulu, Toni Imang mengatakan bahwa Kartu SOA itu dibagikan Merata disetiap kecamatan. Menanggapi terkait adanya dugaan unsur politis dalam pembagian kartu tersebut, Toni Imang membantah bahwa Program SOA bukan merupakan program Partai Politik, melainkan Program Pemerintah Daerah.

“Program SOA itu bukan program partai Politik, melainkan Program Pemerintah. Kebetulan Bapak Bupati ini orang Gerindra, itukan janji Politiknya Pak Bupati yang masuk dalam Visi Misi dan itu Program Pemerintah. Tidak ada hubungannya, kebetulan saja orang menghubungkannya dengan Politik”, jelasnya.

Mengapa Kartu SOA Tidak Dibagikan Setelah Pemilu?

Toni Imang enggan berkomentar mengenai pembagian Kartu SOA yang dibagikan pada tanggal tersebut (Tanggal 16 April 2019) malam.

“Kalau itu saya tidak mau menanggapi lah, karena saya tidak berurusan dengan politik”, tutupnya. (BM/MM)

loading...