• Jelajahi

    Copyright © Berita Mahulu - Berita Seputar Kabupaten Mahakam Ulu
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sponsor

    Karam Ces di Riam 611, Satu Orang Korban Masih Belum Ditemukan

    Mikael Milang
    Senin, 18 Desember 2023, 10.11.00 WIB Last Updated 2023-12-18T02:42:40Z


    Riam 611 Long Apari, Gambar Ilustrasi diambil dari Halaman Facebook Info Kubar

    Beritamahulu.com, Ujoh Bilang - Kecelakaan air (karam) perahu ketinting di riam 611 dihilir Kampung Long Apari, kembali terjadi. Kecelakaan yang melibatkan staf Dinas PUPR Mahakam Ulu itu terjadi kemarin, Minggu (17/12/2023).


    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mahakam Ulu, Agus Darmawan, menyampaikan bahwa saat ini Tim Reaksi Cepat BPBD Mahulu bersama TNI dan Polri menuju Tempat Kejadian di Long Apari.


    "Pagi ini tim TRC BPBD dan TNI Polri menuju TKP di Long Apari," terang Agus Dermawan kepada media ini, Senin (18/12/2023).


    Tim pencari korban di Long Apari, Senin (18/12/2023)

    "Korban dan teman-teman dari dinas PUPR Mahakam Ulu akan menuju kampung Long Apari menggunakan perahu ketinting ketika melewati riam 611 baling-baling ketinting mereka slip dan perahu oleng sehingga karam," lanjut Agus Darmawan.


    Agus Darmawan mengatakan saat ini masih ada korban yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian.


    "Ketinting yang karam ada empat penumpang dan satu motoris, kejadian hari minggu tanggal 17 Desember 2023 diperkirakan pukul 15.30 Wita, nama korban yang belum ditemukan yaitu Yohanes Kuleh, Staf Dinas PUPR Mahulu," jelasnya.


    Camat Long Apari, Petrus Ngo, melalui pesan singkat WhatsApp meneruskan kronologi yang diceritakan oleh Yohanes Dahalang salah satu Staf Dinas PUPR yang menyaksikan kejadian.


    "Selamat pagi untuk kalian semua, saya ingin menyampaikan tentang kejadian kemarin, saya beserta tim yang berjumlah enam orang menggunakan dua perahu mudik ke Long Apari untuk mengecek lahan rencana pembangunan gereja dengan jembatan penghubung ke Pacan Asu yang sedang rusak," kata Yohanes Dahalang melalu pesan WhatsApp yang disampaikannya dalam bahasa Dayak Soputan, Senin (18/12/2023).


    Sekitar jam 15.30 Wita kami milir, imbuh Yohanes, perahu kami yang lebih dulu berlabuh dihilir, kemudian kami menunggu perahu berikutnya yang menyusul kami, setelah itu mereka (perahu korban.Red) karam diriam 611, ces mereka macet dan air mulai memenuhi perahu mereka dari belakang.


    "Kami berbelok kembali untuk menyelamatkan mereka yang perempuan, kemudian kami hendak menyelamatkan dia (Korban, Yohanes Kule), dia sudah dibawa arus dan dibawa ombak," terang Pria yang akrab dipanggil Bapak Dansel ini.


    Yohanes Dahalang mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha untuk mencari korban serta memanggil nama korban tapi hasilnya nihil. Akhirnya pihaknnya melaporkan kejadian ini kepada keluarga korban dan ke pihak yang berwajib.


    "Berapa kali kami memutar mencari dia dan memanggil tapi tidak ada tanda-tanda. Tak berselang lama, ada perahu ketinting yang hendak melintasi, kamipun meminta bantuan agar menyampaikan informasi ini ke Pamtas Long Apari," ujarnya.


    "Setelah itu kami langsung milir dan melaporkan kejadian di Kapolsek Long Apari, kemudian kami langsung bertemu dan menyampaikan kepada keluarga korban di Kampung Baru," tutupnya.


    Sempat beredar informasi di WhatsApp grup bahwa korban ditemukan dalam keadaan selamat, tetapi hingga berita ini dirilis, belum ada informasi yang valid kami himpun.(MM/BM)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Nasional