• Jelajahi

    Copyright © Berita Mahulu - Jaringan Koran Elektronik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    Inilah Fakta Dunia Politik Di Mahulu, Dari Wacana Dua Periode Hingga Berpisah

    Mikael Milang
    Selasa, 10 Maret 2020, 18.28.00 WIB Last Updated 2020-07-11T09:22:52Z

    Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, SH & Wakil Bupati Mahakam Ulu, Drs. Y Juan Jenau

    Beritamahulu.com, Mahulu - Perpolitikan di Mahulu saat ini tidak mudah ditebak begitu saja terlihat jelas dari suasana politik yang semakin hari semakin memanas, dari isu gandeng bakal calon dari kalangan birokrasi hingga isu dua periode. Kalimat ini ditujukan khusus terhadap salah satu bakal calon bupati Mahulu, Yohanes Juan Jenau, yang sekaligus masih menjabat sebagai Wakil Bupati Mahakam Ulu aktif saat ini.

    Media ini menghimpun kutipan para tokoh masyarakat hingga pemerhati politik di Kabupaten Mahakam Ulu yang secara diam-diam membuat penilaian khusus terhadap kedua tokoh fenomenal dari partai Gerindra, yakni Bonifasius Belawan Geh selaku Bupati Mahulu aktif dan Juan Jenau wakilnya dari partai PDIP.

    Salah seorang tokoh masyarakat Mahulu ditemui media ini di salah satu kedai kopi di daerah samarinda belum lama ini, mengatakan bahwa langkah Juan Jenau berpisah dari Boni merupakan langkah spekulatif, artinya Juan membuang peluang 65% menang. Tapi jika mereka tidak berpisah, kemungkinan besar mereka bisa meraup suara mencapai 75% kemenangan.

    “Sekarang ini jalur independen yakni Luhat Juan dan Yosef Nyangun Alui mewarnai perpolitikan di mahulu ini dan bisa jadi mereka bisa menang jika mereka lolos tahapan verifikasi di KPU, karena masyarakat merasa bahwa jagoan mereka yang selama ini dianggap akan bersatu malah bercerai demi kepentingan masing-masing," ungkap pria berusia paruh baya itu dan menolak namanya disebutkan.

    Ia menambahkan juga bahwa langkah Boni menggandeng Yohanes Avun yang selaku Sekda Mahulu bukan juga langkah tepat, karena kedua partai raksasa yakni Gerindra dan PDIP merupakan koalisi ditingkat nasional.

    “Jokowi dan Prabowo sudah mengakhiri pertarungan mereka tahun lalu, saat ini mereka bersama membangun Indonesia dengan satu komando. Nah, jika Mahulu ini diindikasikan tidak satu komando, yang kita khawatirkan justru akan ada gerakan diluar garis batas,” ungkapnya seraya memberikan isyarat tangan disilang.

    Sementara itu, saat media ini menkonfirmasi terkait langkah Juan Jenau berpisah dari Bonifasius dalam pilkada serentak tahun 2020 ini, ia membantah dengan lantang mengatakan bahwa dirinya tidak pernah ingin berpisah.

    “Mana ada! Saya sudah melamar kok menjadi bakal calon wakil bupati mendampingi beliau untuk dua periode, tapi pihak mereka saja yang tidak mau menerima. Isitilah adat kita itu, saling lamar melamar,” tegas Mantan Ketua DPRD Kubar periode 2000-2004 itu, di Samarinda, Kamis (05/03/2020).

    DPC Partai PDIP Mahulu mendaftar bakal calon wakil Bupati Mahulu ke kantor DPC Partai Gerindra Mahulu

    “Ada juga isu yang menuding saya mau mengkriminalisasi salah satu bakal calon jika tidak maju bersama saya, saya katakan bahwa semua itu hoax dan tindakan tersebut bukanlah tindakan yang gentlemen. Saya akan bertarung secara fair (adil), jika Tuhan menghendaki saya jadi bupati, ya terjadilah kehendak-Nya bukan kehendakku. Saya tidak ambisi kok,” papar Juan.

    Juan Jenau saat ini mengaku bahwa dirinya mengikuti mekanisme dan tahapan partai PDI Perjuangan di pusat.

    “Sementara kalau saya hanya berharap tetap bergabung dengan Gerinda, ada tanda-tanda atau gejala saya gagal maju baik sebagai calon bupati atau calon wakil bupati, karena seandainya pada the last moment saya dibuang oleh Gerindra karena pak Boni benar-benar  menggandeng Yohanes Avun, maka yang gigit jari ya, Juan Jenau,” jelasnya.

    Mantan Kepala STM Tering ini juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil langkah spekulatif yang bisa menjerumuskan dirinya untuk tidak maju dalam kontestasi politik di pilkada serentak tahun ini, tapi jika Petahana serius menggandeng dirinya untuk kembali membangun Mahulu dua periode, dirinyapun siap dan berharap itu terjadi. Tapi fakta yang ia hadapi bahwa Boni menggandeng Yohanes Avun.

    “Langkah antisipasi yang saya ambil adalah ikuti mekanisme dan tahapan di PDI Perjuangan, walaupun untuk Mahulu masih ditunda karena saya belum memutuskan nama wakil saya, sebenarnya, saya masih berharap tetap berpasangan dengan Pak Boni, ataupun dengan Pak Yohanes Avun. Ternyata  faktanya adalah Pak Boni dan Pak Avun memilih bersatu menjadi calon bupati dan calon wakil bupati, ya silakan,” ujarnya.

    Akhirnya, saya, Juan Jenau, lanjutnya, harus mengambil langkah untuk mantap maju menjadi calon bupati dari PDI Perjuangan dengan keyakinan karena berkat dukungan dari DPD dan DPP PDI Perjuangan, sekarang saya berangkat ke Jakarta, mudah-mudahan dalam waktu singkat rekomendasi partai bisa saya pegang.

    Saat ditanya terkait wacana bakal calon wakil yang mendampingi dirinya dari kalangan milenial, ia menjawab dengan santai seraya tersenyum, “Ditunggu saja dulu,” jawabnya sambil menyuguhkan teh kotak kepada awak media ini.

    “Intinya, saya sudah melamar tapi tidak dianggap, berarti mereka yang buang saya, bukan saya yang mengkhianati mereka,” tutupnya. (MM/BM)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Kubar