• Jelajahi

    Copyright © Berita Mahulu - Berita Seputar Kabupaten Mahakam Ulu
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    Mahfud: Ada 14 Masalah di RKUHP yang Perlu Diperjelas

    Benediktus Sava
    Selasa, 02 Agustus 2022, 11.53.00 WIB Last Updated 2022-08-02T03:53:47Z
    beritamahulu.com, JakartaMenko Polhukam Mahfud Md mengungkapkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) sudah hampir final. Namun, masih ada 14 masalah yang perlu diperjelas.

    "Mengapa dikatakan hampir final? Karena RUU KUHP ini mencakup lebih dari 700 pasal yang kalau diurai ke dalam materi-materi rinci bisa ribuan masalah. Tetapi sekarang masih ada beberapa masalah kira-kira 14 masalah yang perlu diperjelas," kata Mahfud dalam konferensi pers, Selasa (2/8/2022).

    Mahfud menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pemerintah memastikan bahwa masyarakat sudah paham terkait masalah-masalah yang masih menjadi perdebatan dalam RKUHP itu. Jokowi juga meminta untuk menampung usul dari masyarakat.

    "Oleh sebab itu tadi Bapak Presiden memerintahkan atau meminta kepada kami dari pemerintah yang terkait dengan ini untuk sekali lagi memastikan bahwa masyarakat sudah paham terhadap masalah-masalah yang masih diperdebatkan itu. Sehingga kami diminta untuk mendiskusikan lagi secara masif dengan masyarakat untuk memberi pengertian dan justru minta pendapat dan usul-usul dari masyarakat," tutur dia.

    Mahfud lantas menjelaskan mengenai hukum sebagai cermin kesadaran hidup masyarakat. Menurut Mahfud, hukum yang akan diberlakukan harus mendapat pemahaman dan persetujuan dari masyarakat.

    "Itu hakikat demokrasi dalam konteks pemberlakuan hukum," ujar Mahfud.

    Selanjutnya 14 poin yang saat ini masih menjadi masalah dalam pembahasan RKUHP akan dibahas dalam diskusi-diskusi yang lebih terbuka. Mahfud mengatakan ada dua jalur pembahasan yang akan dilakukan.

    "Pertama akan terus dibahas di DPR untuk menyelesaikan 14 masalah ini kemudian jalur yang kedua terus melakukan sosialisasi dan diskusi ke simpul-simpul masyarakat yang terkait dengan masalah-masalah yang masih di diskusikan itu," ujar Mahfud.

    Sumber Berita
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Kubar

    Pemerintah

    +