• Jelajahi

    Copyright © Berita Mahulu - Berita Seputar Kabupaten Mahakam Ulu
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    Fadli Zon Mengusulkan Jalan Kramat Raya Jadi Jalan WR Sopratman Kepada Anies

    Benediktus Sava
    Jumat, 29 Juli 2022, 18.09.00 WIB Last Updated 2022-07-29T10:09:39Z

    beritamahulu.com, Jakarta - Pemprov DKI tengah membahas kelanjutan perubahan nama jalan di Jakarta. Anggota DPR Fadli Zon mengusulkan ada nama WR Soepratman yang jadi nama jalan di Ibu Kota.
    Hal itu disampaikan Fadli Zon melalui akun Twitternya. Fadli Zon dalam unggahan menerima kedatangan keluarga komponis WR Soepratman.

    Fadli Zon juga turut mengunggah foto pertemuan dengan keluarga WR Soepratman. Terlihat Fadli memperlihatkan buku biografi 'Idris Sardi: Perjalanan Maestro Biola Indonesia'.

    "Kedatangan kel. komponis WR Soepratman, Mas Budi Harry. Belum ada nama jalan WR Soepratman di Jakarta," cuit Fadli, seperti dilihat, Jumat (29/7/2022).

    Fadli dalam cuitannya juga me-mention Anies. Fadli mengusulkan Jalan Kramat Raya diganti jadi Jalan ER Soepratman.

    "Sy usulkan harusnya Jl Kramat Raya diganti Jl WR Soepratman, tempat Kongres Pemuda 1928 tempat WR Soepratman kali pertama memainkan 'Indonesia Raya'. ⁦Pak @aniesbaswedan?" kata Fadly.

    Pergantian Nama Jalan di Jakarta Berlanjut

    Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan di tahap kedua perubahan nama jalan bakal diperluas dengan mengambil nama-nama tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia maupun nasional.

    "Masih proses pembahasan dengan tim. Kalau kami Dinas Kebudayaan mengikuti saja kalau Pak Gub akan ada periode berikutnya yang lebih baik dari sisi dari penokohan, terutama tokoh nasional. Termasuk kita menggodok (nama) tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dan nasional, kemudian beberapa pahlawan," kata Iwan kepada wartawan, Selasa (19/7).

    Iwan menjelaskan tahap selanjutnya akan menyasar jalan-jalan besar dan panjang. Terkait pemilihan nama tokoh, Dinas Kebudayaan menerapkan kriteria khusus dalam memilih perubahan nama, salah satunya tokoh tersebut mesti berkaitan dengan sejarah di wilayah itu.

    "Dia yang jelas harus seirama dengan tematik tokoh yang sudah jadi ruas jalan, itu kriterianya. Tapi sebagai bahan pembahasan saja, saya dengan kawan-kawan harus melibatkan banyak pihak sejarawan, tentu saja orang orang yang memiliki kapasitas keilmuan di bidang sejarah," katanya.

    Dia juga menyadari mayoritas jalan besar di Jakarta sudah diberi nama tokoh-tokoh nasional. Karena itu, pihaknya berencana memenggal ruas jalan yang panjang sehingga bisa diberi nama baru.

    "Misalnya ada nama-nama di sekitar itu harus yang cocok karena ruasnya yang panjang kita ada penggalan ruas baru, misal Laksamana John Lie, tokoh Angkatan Laut tapi berdarah Etnis Tionghoa, cocoknya di mana, misalnya di Kelapa Gading, tapi ini masih contoh," ucapnya. (BS/BM)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Kubar

    Pemerintah

    +