• Jelajahi

    Copyright © Berita Mahulu - Berita Seputar Kabupaten Mahakam Ulu
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    Apa Yang Menjadi Pesan Zelensky Yang Dibawa Jokowi ke Putin?

    Benediktus Sava
    Jumat, 01 Juli 2022, 13.38.00 WIB Last Updated 2022-07-01T05:38:53Z

    beritahamulu.com, JakartaDalam rangka mewujudkan perdamaian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi jembatan komunikasi dua pemimpin yang tidak akur, yakni Presiden Ukaina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Jokowi terlebih dahulu mengunjungi Zelensky dan membawa pesan Zelensky ke Putin. Apa gerangan isi pesannya?
    Zelensky menyambut Jokowi di Istana Marynsky, Kyiv Ukraina, Rabu (29/6).

    "Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," kata Jokowi sebagaimana disampaikan keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

    Jokowi menyebut kunjungannya tersebut untuk misi perdamaian. Kunjungan tersebut sekaligus sebagai bentuk kepedulian Indonesia terkait situasi yang dihadapi Ukraina.

    Zelenksy menyambut baik Jokowi yang menjadi pemimpin negara Asia pertama yang datang ke Kyiv sejak awal perang. Dia berterima kasih kepada Jokowi.

    Aksi 'Jokowi Sang Pembawa Pesan' ini menjadi sorotan dunia. Kantor berita dari Inggris, Reuters, hingga media Singapura, yakni Straits Times dan Channel News Asia, memberitakan langkah Jokowi.

    Pada hari selanjutnya, giliran Putin yang disambangi Jokowi. Pertemuan digelar di Istana Kremlin, Kamis (30/6) kemarin. Pesan Zelensky telah disampaikan Jokowi ke Putin, langsung.

    "Saya telah sampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut," ucap Jokowi setelah bertemu Putin.

    Namun hingga kini, belum terang betul sebenarnya apa isi pesan Zelensky yang dititipkan Jokowi dan akhirnya sampai ke Putin. Sejauh ini, hanya ada poin umum bahwa isu perdamaian menjadi prioritas Indonesia.

    "Sebagaimana yang saya sampaikan di Kyiv walaupun situasi saat ini masih sangat sulit, namun saya tetap menyampaikan bahwa penyelesaian damai penting untuk terus dikedepankan dan juga ruang-ruang dialog terus bisa dibuka," tutur Jokowi.

    Selanjutnya, Putin lebih banyak mengungkap soal wacana kerja sama Rusia-Indonesia meliputi ketertarikannya membantu pengembangan nuklir di Indonesia, penerbangan dari Moskow ke Bali, hingga tawaran bantuan pembangunann transportasi kereta di IKN Nusantara. Isu Rusia hanya disinggung sekelumit oleh Putin.

    "Selama pembicaraan kami juga membahas beberapa masalah regional dan internasional yang mendesak lainnya. Saya memberi tahu Presiden secara rinci tentang perkembangan di Ukraina," kata Putin. Tak ada keterangan lebih lanjut dari Putin soal isu Ukraina dalam keterangan bersama Jokowi itu.

    Apakah pesan soal pembukaan blokade pangan?

    Saat bertemu Jokowi, Zelensky berbicara bahwa Rusia telah mengancam dunia dengan kelaparan. Rusia menutup jalur logistik untuk dunia. Soalnya, Ukraina adalah salah satu negara pemasok gandum terbesar di dunia. Bila aliran gandum Ukraina kena blokir, dunia bisa kacau.

    "(Rusia) memblokir pasokan makanan dari Ukraina yang memainkan peran menstabilkan pasar dunia. Puluhan juta ton gandum dari Ukraina harus sampai ke konsumen, khususnya masyarakat Indonesia," kata Zelensky, dikutip dari situs resmi Kepresidenan Ukraina.

    Entah apakah ini adalah pesan Zelensky yang dibawa Jokowi ke Putin atau bukan, tapi poin soal rantai pasokan pangan dunia ini dia katakan pada kesempatan pertemuan dengan Putin.

    "Saya tadi banyak berdiskusi dan menekankan bahwa pangan dan pupuk adalah masalah kemanusiaan, merupakan kepentingan masyarakat dunia dan ratusan juta orang terdampak dengan terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk terutama di negara-negara berkembang. Saya sangat menghargai presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk baik dari Rusia maupun dari Ukraina. Ini sebuah berita yang baik," kata Jokowi.

    Ternyata, Putin mau menjamin pasokan pangan dan pupuk dari Rusia maupun Ukraina. Perkara pangan juga perkara kemanusiaan, maka masalah aliran pangan tidak boleh macet.

    "Kemudian keempat, demi kemanusiaan saya juga mendukung upaya PBB untuk reintegrasi komoditi pangan dan pupuk Rusia dan komoditi pangan Ukraina untuk masuk lagi dalam rantai pasok dunia dan khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina terutama jalur laut, tadi Presiden Putin sekali lagi sudah memberikan jaminannya," kata Jokowi.

    Putin sendiri juga berbicara mengenai permasalahan rantai pasok pangan ini. Namun, perspektifnya bukan soal aliran komoditas pangan dari Ukraina, melainkan dari Rusia dan sekutu Rusia. Dia menjelaskan bahwa pihak Rusia menjadi korban ulah Barat.

    Putin bilang negara-negara Barat bikin kacau karena membatasi pasokan pupuk Rusia dan Belarusia dan menghambat ekspor biji-bijian Rusia ke pasar dunia. Padahal, Rusia adalah salah satu eksportir pangan utama di dunia. Ada 43 ton biji-bijian, termasuk 33 juta ton gandum Rusia yang mengalir ke 161 negara pada tahun lalu. Itu semua menjadi kacau gara-gara sanksi Barat.

    "Kami tentu berniat untuk terus memenuhi dengan itikad baik semua kewajiban kontraktual kami untuk pasokan makanan, pupuk, sumber daya energi, dan barang-barang penting lainnya. Dalam konteks ini, kami menganggap penting untuk memulihkan rantai pasokan yang terganggu oleh sanksi," kata Putin (BS/BM).

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Kubar

    Pemerintah

    +