• Jelajahi

    Copyright © Berita Mahulu - Berita Seputar Kabupaten Mahakam Ulu
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    Jokowi Akan Mengunjungi Ukraina Lewat Polandia

    Benediktus Sava
    Selasa, 28 Juni 2022, 12.58.00 WIB Last Updated 2022-06-28T04:58:49Z


    beritamahulu.com, JakartaPresiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertolak ke Ukraina setelah menghadiri KTT G7. Jokowi berangkat dari Jerman kemudian melintasi Polandia untuk menuju Ukraina.

    Pernyataan itu disampaikan Menlu RI Retno LP Marsudi dalam keterangan pers di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (28/6/2022). Retno telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak mengenai rencana kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia.

    "Selanjutnya Presiden akan meneruskan perjalanan ke Ukraina melalui Polandia. Sebagai informasi teman-teman dalam beberapa hari ini saya juga melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak dalam rangka kunjungan Bapak Presiden ke Ukraina dan Rusia," kata Retno.

    Retno menyampaikan pihaknya berkomunikasi langsung dengan Ukraina dan Rusia. Komunikasi juga dijalin Retno dengan Presiden Palang Merah Indonesia, UNOCHA, Menlu Turki, hingga Sekjen PBB.

    "Tentunya komunikasi juga terus kita lakukan dengan Ukraina dan Rusia sendiri," imbuh Retno.

    Situasi perang di Ukraina juga sebelumnya menjadi bahasan Jokowi saat bertemu sejumlah pemimpin negara saat KTT G7. Jokowi menyoroti dampaknya terhadap rantai pasok pangan dunia.

    "Selain menghadiri dua sesi dalam KTT G7 and partner countries tersebut bapak presiden juga melakukan sekitar 9 pertemuan bilateral. Yaitu dengan PM India, Presiden Prancis, PM Kanada, Kanselir Jerman, PM Inggris, PM Jepang, Presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa, dan managing director IMF. Selain membahas isu penguatan kerja sama bilateral, isu terkait perang di Ukraina dan dampaknya terhadap rantai pasok pangan dunia dibahas hampir di semua pertemuan bilateral tersebut," ujar Retno. '

    Menurut Retno, Jokowi menekankan mengenai pentingnya segera menyelesaikan gangguan rantai pasok pangan. Ratusan juta bahkan miliaran penduduk di dunia bakal merasakan dampaknya jika dunia tidak bersatu mengatasi masalah tersebut.

    "Di sini sangat jelas presiden membawa suara negara berkembang yang memang sangat terdampak dari terjadinya perang di Ukraina. Kekhawatiran terhadap rantai pasok pangan memang sangat mengemuka di dalam diskusi-diskusi bilateral," imbuh Retno

    Sumber Berita

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Kubar

    Pemerintah

    +