• Jelajahi

    Copyright © Berita Mahulu - Berita Seputar Kabupaten Mahakam Ulu
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iklan

    Sponsor

    Anggota Brimob Di Bacok dan di Rampas Senjatanya oleh OTK, Kini Pelaku Masih di Kejar

    Benediktus Sava
    Minggu, 19 Juni 2022, 16.06.00 WIB Last Updated 2022-06-19T08:06:57Z
    kompas.com - Evakuasi Brimob Bripda DR yang tewas diserang OTK di wamena, Papua (Dok. Istimewa)
    beritamahulu.com, Jayawijaya - dilansir dari detik.com Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri mengungkap orang tak di kenal (OTK) yang membacok anggota Brimob hingga tewas di Wamena, Kabupaten Jayawijaya turut merampas dua senjata api (senpi). Polisi kini terus berupaya mengejar pelaku.

    "Kita akan mengambil langkah tegas dan terukur terhadap pelaku," ujar Irjen Mathius D. Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Minggu (19/6/2022).

    Pelaku penyerangan diketahui membawa kabur dua senpi. AKP Rustam yang bersama korban membawa senpi jenis Sniper Styer. Sementara korban Bripda Diego Rumaropen membawa senpi jenis AK 101.

    "Segera mendapatkan dua pucuk senjata yang dirampas pelaku yang belum diketahui identitasnya itu," tegas Mathius.

    Mathius mengungkapkan, pihak saat ini sudah melakukan  perkuatan personel dalam mengejar pelaku. Pihaknya mengerahkan 32 personel tambahan ke Jayawijaya.

    "Semua kekuatan personel kepolisian saya sudah geser menuju Kabupaten Jayawijaya sebanyak 32 personel yang didampingi oleh Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pria Premos," ujarnya.

    Dirinya pun bakal berkunjung langsung ke Kabupaten Jatawijaya, Senin (20/6) besok. Mathius berencana melakukan evaluasi untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

    "Saya sudah sampaikan setiap anggota Polri yang bertugas di Provinsi Papua harus menerapkan body system minimal sebanyak 5 orang untuk kewaspadaan serta keamanan personel saat bertugas," kata dia.

    Mathius berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Terlebih saat ini insiden yang menimpa personel Brimob itu masih sementara didalami terutama mencari identitas pelaku.

    "Untuk identitas dari OTK yang menjadi pelaku penyerangan akan disampaikan kembali setelah penyelidikan lebih lanjut dari Dit Krimum Polda Papua," pungkasnya.

    Diberutahukan sebelumnya, Bripda DR alias Diego Rumaropen, salah satu anggota brimob di Wamena, Papua dilaporkan tewas akibat diserang OTK. Korban menderita luka bacok.

    "Bripda DR meninggal dengan luka-luka bacok," ujar Kabid HUmas Polda Papua Kombes Agmad Mustofa Kamal Kepada detik.com, Sabtu (18/6) malam.

    OTK melakukan penyerangan kepada Bripda DR di wilayah  DIstrik Napua, Wamena sekitar 15.20 WIT sore tadi. Insoden bermula saat Bripda DR, yakni AKP RM diajak menembak sapi oleh warga berinisial AM.

    Selanjutnya AKP RM membawa serta Bripda ke lokasi. Setelah menembak sapi, AKP RM kemudian pergi mengeceknya Sementara Bripda DR ditinggalkan.

    "Bripda DR sendirian di lokasi menembak kemudian datang 2 orang dengan menggunakan parang membacok Bripda DR," ujar Kombes Kamal. (BS/BM)


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Kubar

    Pemerintah

    +